Tampilkan postingan dengan label siklus hidrologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label siklus hidrologi. Tampilkan semua postingan

6.10.2013

Banjir, Efek Terganggunya Siklus Hidrologi


Efek terbesar dari terganggunya siklus hidrobiologi adalah terjadinya bencana banjir. Bencana banjir merupakan salah satu bentuk dampak dari kesalahan pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan. Beberapa hal yang menjadi penyebab terjadinya bencana banjir antara lain:

1.    Terjadinya penggundulan hutan ditandai dengan masih maraknya praktik illegal logging, praktik pertambanan liar pada kawasan konsevasi dan rusaknya kawasan resapan air di daerah hulu. Daerah hulu yang merupakan kawasan resapan yang berfungsi untuk menahan air hujan yang turun tidak lansung menjadi aliran permukaan;
2.    beralihnya fungsi penggunaan lahan di daerah hulu dari kawasan hutan menjadi kawasan pertanian serta perubahan dari kawasan pertanian menjadi kawasan pemukiman mengakibatkan aliran permukaan menjadi lebih besar ketika hujan turun. Apabila kapasitas daya tampung saluran air/drainase dan sungai tidak mencukupi maka banjir akan terjadi;
3.    pendangkalan saluran drainase dan sungai akibat terjadinya pengendapan material hasil erosi di kawasan hulu menyebabkan penurunan kapasitas daya tampung sehingga air yan berlebih diluapkan sebagai banjir;
4.    pembangunan fisik perkotaan yang kurang terencana juga dapat menyebabkan banjir. Perubahan kawasan terbuka yan berfunsai sebagai kawasan resapan menjdai kaawasan terbangun berimplikasi pda rendahnya air hujan yan dapat diresapkan kedalam tanah sebagai air tanah. Rendahnya air hujan yan meresap berakibat pada tingginya air larian permukaan. Apabila air larian permukaan tersebut melebihi daya tampung akan menyebabkan banjir.

Banjir diperparah dengan tidak adanya kepekaan dan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan. Kegiatan masyarakat yang membuang sampah di sungai serta pelaku industri yang membuang limbah di sungai merupakan contoh nyata perilaku ini.

Bencana banjir yang terjadi sebagai akibat terganggunya siklus hidrobiologi semakin bertambah parah dengan adanya pernyimpangan maupun perubahan iklim (climate change)  yang menyebabkan terjadinya hujan dengan intensitas yang sangat besar yang berpotensi menyebabkan banjir.
www.maszoom.blogspot.com
dari  berbagai sumber

5.28.2013

Siklus Hidrologis dan Eksistensi Ras Manusia Di Planet Bumi


Dua pertiga permukaan bumi berupa perairan. Begitu juga negara ini mempunyai luas wilayah yang dua pertiganya merupakan lautan. Matahari sebagai pusat energi bagi bumi sehingga mentransformasikan lautan yang luas menjadi uap air. Uap mengapung ke udara di bawa anin ke daratan dimana di tempat yang lebih sejuk uap berubah menjadi butir butir curah hujan yang menyirami daratan bumi. Air hujan ini bersih dari zat kimia laut dan ditangkap oleh hutan penampung hujan. Hutan menyaring air dan meresapkannya kedalam tanah sehingga menjadi mata air yang tawar dan jernih layak diminum bagi manusia, hewan, tumbuhan dan semua makhluk ciptaan Illahi.

          Mata air mengalir membuat aliran sungai dan dalam tanah menjadi aliran air tanah. Air melarutkan zat-zat kimia yang terdapat dalam tanah sehingga memberi makanan bagi tumbuh-tumbuhan. Tumbuhan menjadi makanan hewan dan keduanya menjadi makanan bagi manusia. Dengan kata lain, matahari sebagai sumber energi memindahkan sebagian energinya melalui butiran air ke dalam tanah yang pada gilirannya dipergunakan oleh tumbuhan dan hewan untuk hidup, bergerak dan berkembang biak. Manusia memakan hewan dan tumbuhan untuk memindahkan energi tersebut untuk melaksanakan segala aktifitas fisiknya. Bila makhluk ini kelak mati, maka jasadnya berganti dimakan mikroorganisme yang menyuburkan tanah untuk menumbuhkan kehidupan kembali. 

          Terlihat disini gerak lingkar kehidupan dalam seisi bumi yang terjadi secara alami. Selama manusia mampu untuk terus menjaga, maka siklus alami ini akan terus berfungsi untuk segala kemanfaatan manusia dan selama itu pula peri kehidupan manusia tidak akan terganggu. Dalam siklus alami ini, air memegang peranan yang sangat vital. Tanpa air sangat mustahil akan ada kehidupan.
www.maszoom.blogspot.com 
dari berbagai sumber

10.05.2011

KONSERVASI SUMBER DAYA AIR MELALUI PEMANFAATAN AIR HUJAN

Dalam siklus hidrologi, air hujan jatuh ke permukaan bumi, sebagian masuk ke dalam tanah, sebagian lagi menjadi aliran permukaan, yang sebagian besar masuk ke sungai dan akhirnya bermuara di lautan lepas. Air hujan yang jatuh ke bumi tersebut menjadi sumber air bagi makhluk hidup. Curah hujan di wilayah Indonesia cukup tinggi, yaitu berkisar antara 2.000 - 4.000 mm/tahun. Alih-alih menjadi sumber air bersih, air hujan malah sering menimbulkan banjir pada musim penghujan, karena air hujan tidak
dapat meresap ke tanah seiring dengan menurunnya daerah resapan.


Di sisi lain dengan pertumbuhan jumlah penduduk, maka kebutuhan air bersih meningkat, diperkirakan pemanfaatan air tanah untuk memenuhi kebutuhan penduduk sebesar 110 liter/ hari/orang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan WHO. Pemanfaatan air tanah yang berlebihan akan menimbulkan dampak negatif antara lain: intrusi air laut; penurunan muka air tanah dan amblesan tanah (land subsidence) yang menyebabkan genangan banjir dimusim penghujan. Sementara itu alih fungsi lahan pada daerah resapan akan menurunkan resapan air hujan, sehingga terganggunya ketersedian air bersih.
Untuk mengatasi berbagai permasalahan tersebut di atas, maka perlu dipertahankan kesetimbangan melalui proses pengambilan dan pengisian air hujan (presipitasi dan infiltrasi) dengan meresapkan ke dalam pori-pori/rongga tanah atau batuan, serta dilakukan upaya konservasi air. Prinsip dasar konservasi air adalah mencegah atau meminimalkan air yang hilang sebagai aliran permukaan dan menyimpannya semaksimal mungkin ke dalam tubuh bumi. Berdasarkan pada prinsip ini maka curah hujan yang berlebihan pada musim hujan tidak dibiarkan mengalir ke laut tetapi ditampung dalam suatu wadah yang memungkinkan air kembali meresap ke dalam tanah (groundwater recharge) melalui pemanfaatan air hujan dengan cara membuat kolam pengumpul air hujan, sumur resapan dangkal, sumur resapan dalam dan lubang
resapan biopori.
Pemanfaatan air hujan dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain curah hujan, nilai kelulusan batuan (konduktivitas hidrolik), luas tutupan bangunan, muka air tanah, dan lapisan akuifer. Agar dapat terimplementasikan pada masyarakat atau pengelola bangunan maka diperlukan tata cara pemanfaatan air hujan. Bentuk-bentuk pemanfaatan air hujan ini antara lain berupa : kolam/bak pengumpul air hujan (diatas atau dibawah permukaan tanah); sumur resapan; dan lubang resapan Biopori.

*Maszoom dari berbagai sumber