Tampilkan postingan dengan label SEA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SEA. Tampilkan semua postingan

1.17.2013

Panduan Dasar, Keanekaragaman Hayati dalam Kajian Dampak Lingkungan Hidup (Bagian 4, Biodiversity-the series)



Tujuan dasar konservasi keanekaragaman hayati adalah menghindari adanya penurunan kekayaan keaneka-ragaman hayati (No Net Loss of Biodiversity). Kekayaan keanekaragaman hayati harus mendapat jaminan untuk selalu survive dengan memberikan upaya konservasi secara maksimal, dengan demikian dia akan memberikan jasa secara berkelanjutan, nilai dan keuntungan untuk generasi sekarang dan masa yang akan datang.

Pendekatan yang mungkin bisa dilakukan untuk mencapai hal tersebut antara lain:
·         Menghindari kehilangan kekayaan keanekaragaman hayati yang irreversibel (tidak dapat balik).
·     Mencari penyelesaian alternatif yang mengurangi dampak pada kehilangan kekayaan keanekaragaman jayati,
·         Memakai upaya mitigasi untuk memperbaiki sumber daya keanekaragaman hayati
·        Menggantikan kehilangan yang telah terjadi dengan subtituen yang paling mirip secara nilai keaneka-ragaman
·         Mencari kemungkinan peluang untuk pengembangan

Pendekatan ini disebut sebagai “perencanaan positif keanekaragaman hayati”. Langkah yang dilakukan antara lain melalui :
·        1.    Jaminan prioritas dan target pada kekayaan keanekaragaman hayati tingkat internasional, nasional maupun regional. Pun demikian pada level lokal juga harus diberikan perhatian yang sama dengan mengingat kontribusi yang telah mereka berikan.
·       2.   Menghindari kerusakan pada kekayaan hayati yang khas, unik, spesies endemik, spesies yang terancam atau menurun, habitat dan ekosistem, spesies dengan nilai (budaya) sangat tinggi.

Beberapa poin penting dalam pelaksanaan Kajian Dampak Lingkungan Hidup baik itu SEA maupun EIA terkait dengan kekayaan keanekaragaman hayati antara lain :
·      Pelaksanaan kajian melalui pendekatan ekosistem sesuai dengan konsep CBD.
·      Dilakukan usaha untuk menggunakan dan memanfaatkan kekayaan keanekaragaman hayati secara lestari.
·     Adanya jaminan persamaan hak, dalam hal ini antara jaminan hak-hak tradisional dengan pemanfaatan keanekaragaman hayati yang bernilai secara ekonomi.
·      Dilakukannya pendekatan partisipatif dalam pelaksanaannya.

(www.maszoom.blogspot.com adapted from IAIA)

1.09.2013

Keanekaragaman Hayati dalam Kajian Dampak Lingkungan Hidup (Bagian 3, Biodiversity-the series)




Keanekaragaman hayati menjadi menjadi bagian hidup setiap orang. Penurunan kualitas keanekaragaman hayati akan berimbas pada terganggunya segala sistem lingkungan. Kehilangan kekayaan keanekaragaman hayati akan berakibat pada turunnya daya dukung alam terhadap kelangsungan spesies manusia di muka bumi.

Melalui kajian dampak lingkungan hidup, pembangunan yang akan dilakukan dipastikan akan cocok dan sesuai dengan upaya konservasi dan pemanfaatan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan. 

Keanekaragaman hayati menjadi dasar eksistensi manusia di alam raya. KTT Bumi pertama pada tahun 1992 di Rio de Janeiro, Brasil telah meletakkan pondasi yang kuat bagi pengakuan warga bumi akan arti penting potensi keanekaragaman hayati. Pemanfaatan keanekaragaman hayati secara bijaksana akan menjamin kelangsungan umat manusia dimasa depan. 

Ancaman utama terhadap kekayaan keanekaragaman hayati bagi warga bumi adalah berbagai aktivitas manusia yang menyebabkan rusaknya atau hilangnya berbagai habitat asli di alam.

Konvensi keanekaragaman hayati /CBD (Ramsar convention) dan konvensi bagi spesies bermigrasi (Convention on Migration Spesies) telah menyepakati bahwa kajian dampak lingkungan hidup menjadi suatu alat untuk menjamin pembuatan keputusan/kebijakan dan implementasi pembangunan yang lebih memperhatikan potensi keanekaragaman hayati. Dalam  kajian dampak lingkungan hidup (SEA dan EIA), dampak negatif dari proposal pembangunan terhadap keanekaragaman hayati harus terminimalisir dengan berbagai alternatif langkah yang ada.

Melalui EIA dan SEA juga menjamin adanya mekanisme konservasi sebagai langkah penyelamatan keanekaragaman hayati. Selain itu juga patut diperhitungkan juga segala potensi dan pemanfaatan keanekaragaman hayati. EIA dan SEA menjamin bahwa keanekaragamn hayati menjadi salah satu aspek yang wajib diperhitungkan dalam setiap pembuatan keputusan/kebijakan.

Berbagai kemajuan terkait penyelamatan keanekaragaman hayati telah dicapai melalui konvensi  CBD dan CMS. Akan tetapi jalan panjang masih harus ditempuh untuk menjamin pemanfaatan potensinya secara lestari. Berbagai hambatan dan tantangan menghadang disetiap langkah  kedepan, antara lain :

  • Tantangan untuk meningkatkan kepekaan (awareness) masyarakat akan nilai dan arti penting keanekaragaman hayati; 
  •  terbatasnya kapasitas dari komisi, tim teknis dan tim penilai dalam proses kajian dampak lingkungan hidup terkait pembuatan keputusan yang berhubungan langsung dengan keanekaragaman hayati; 
  •  Menyediakan /  mengkomunikasikan secara terkini data/informasi tentang keanekaragaman hayati secara lengkap dan  mudah diakses semua pihak; dan 
  •  Belum tersedianya panduan bagi masyarakat, pemerintah dan pelaku usaha akan arti penting keanekaragaman hayati bagi umat manusia (*_*).


(www.maszoom.blogspot.com adapted from IAIA)

1.07.2013

Apa itu Keanekaragaman Hayati? (Bagian 1, Biodiversity-the series)





Konvensi internasional tentang Keanekaragaman hayati (the convention on Biological Diversity) mendefinisikan keanekaragaman hayati sebagai : variabilitas /keanekaragaman diantara berbagai organisme hidup yang berasal dari semua sumber termasuk diantaranya, inter alia, daratan, lautan serta ekosistem air lainnya dan segala bagian yang menjadi suatu kerumitan ekologis termasuk didalamnya keragaman spesies, antar spesies, dan ekosistem.

Negara yang telah meratifikasi konvensi internasional tentang keanekaragaman hayati (CBD) harus membuat kebijakan jyang melindungi berbagai kekayaan keanekaragaman hayati dalam beberapa level, terutama :

·      Suatu ekosistem dengan kekayaan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, suatu spesies endemik yang mengalami beragam ancaman, spesies migrasi yang mempunyai fungsi sangat penting dalam aspek sosial, ekonomi, budaya, penelitian dan mendukung berbagai proses;
·      Spesies dan komunitas spesie yang terancam, spesies yang terkait dengan binatang piaraan dan budidaya, spesies yang berfungsi pengobatan, pertanian dan aspek lain (ekonomi, sosial, budaya, penelitian) serta spesies indikator);
·      Genotif sebagai pemunculan yang bermanfaat secara aspek sosial, ilmiah dan ekonomi

Untuk memahami bagaimana keanekaragaman hayati bertanggung-jawab terhadap seluruh aspek aktifitas kehidupan kita, serta diperhatikan dalam kegiatan/proyek yang akan dijalankan, kajian dampak lingkungan hidup harus memuat paling tidak :

·      Komposisi keanekaragaman hayati, bagaimana setiap individu mahluk hidup diperhitungkan dalam setiap jenis dan jumlahnya;
·    Struktur atau Pola; bagaimana masing masing individu biologis terorganisasi dalam kerangka ruang dan waktu; dan
·      Fungsi; peranan dari tiap  individu berbeda yang menjaga agar peran proses alam terjadi secara dinamis.

Masing – masing aspek diatas berperan dan diperhatikan secara berbeda tergantung secara kritis dari para pengguna dan pemahamannya.


(www.maszoom.blogspot.com adapted from iaia)