Sebagian besar minuman beralkohol yang beredar secara legal diproduksi dengan memanfatkan molases, salah satu hasil samping industri gula. Pengawasan yang ketat ditambah biaya produksi yang tinggi serta adanya pajak serta cukai menjadikan harganya sulit terjangkau bagi rakyat kebanyakan. Harap maklum karena alkohol legal hanya dijual secara terbatas pada restoran maupun kafe tertentu. Sebagai pemisalan minuman keras sekelas whisky atau rum dijual sekitar 5 poundsterling (setara Rp 75.000,-) untuk ukuran botol 700ml (walah larang tenan!.
Pada sisi lain, minuman keras oplosan sebagaian besar dibuat dari gula (aren) atau bahan sejenis. Harganya pun sangat sangat timpang, hanya sekitar Rp 5.000 untuk ukuran gelas sekali minum. Mudahnya mendapatkan jenis minuman ini menjadi satu kelebihan juga selain harganya yang sangat terjangkau. Pikiran sehat bagi rakyat awam (peminum kok sehat!) tentunya mencari sesuatu sesuai isi kantong.
Tetapi yang namanya bisnis, produsen pasti berharap mendapat untuk besar. Berbagai cara ditempuh demi mendapat tujuan ini. Terkadang beberapa jenis tananam maupun bahan kimia ditambahkan dalam minuman oplosan untuk menambah rasa, maupun kekuatannya. Parahnya lagi, antar komponen yang ditambahkan tersebut bisa bereaksi dan berakibat fatal (Nah lohh!). Bahaya juga terjadi apabila proses destilasi untuk memperkaya alkohol tidak dilakukan pada temperatur yang telah ditentukan. akibatnya metanol, salah satu komponen paling berbahaya ikut masuk kedalam minuman.
Hebatnya lagi, produsen nakal sengaja metambah metanol dalam minuman untuk meningkatkan kandungan alkohol dan memperkuat rasa. Akibatnya jelas, cukup dengan mengkonsumsi 10ml metanol syaraf mata kita akan rusak (buta). Konsumsi 30ml metanol akan cukup mejadi tiket kita ke neraka!
Mau? tentu tidak ada yang mau. So, Jauhi Alkohol sekarang Juga!
www.maszoom.blogspot.com adaptasi dari www.bbc.co.uk
A large population and densely populated regions, with a vast areas of wilderness that support the world's second highest level of biodiversity, whom richly endowed with natural resources.
Tampilkan postingan dengan label metanol. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label metanol. Tampilkan semua postingan
12.17.2011
Bahaya Laten Alkohol (Part 1)
Beberapa waktu lalu kita dikejutkan dengan kabar tewasnya ratusan orang akibat menenggak minuman keras oplosan yang terjadi di India. Kabar seruapa juga pernah terjadi beberapa tahun silam di beberapa tempat di pelosok nusantara, salah satunya di sumatera barat.
Kejadian tersebut hanya sekedar contoh dari mahamara bahaya yang ditimbulkan akibat konsumsi alkohol.Kejadian ini laksana gunung es, masih banyak mungkin yang tidak dilaporkan ke pihak berwajib akibat ketakutan bersentuhan dengan hukum.
Keracunan alkhol ditandai dengan sakit perut, muntah, pingsan sampai dengan kematian. Salah satu komponen yang mematikan dari alkohol adalah metil alkohol atau lebih dikenal sebagai metanol. Sebenarnya metanol dalam industri digunakan sebagai rekaton, pelarut, zat anti beku maupun mahan bakar. Metanol bersama amonium nitrat banyak ditambahkan dalam minuman keras oplosan untuk menambah rasa manis.
Lalu mengapa bahan yang sangat berbahaya tersebut masih saja ditambahkan dalam minuman? jawabannya hanya satu yaitu adanya ketimpangan suplai and demand dalam dalam bisnis ini. Pajak serta cukai yang tinggi pada minuman beralkohol yang dijual secara legal seakan menjadi pupuk penyubur bagi tumbuhnya minuman oplosan skala rumahan yang di jual secara tertutup berdasar informasi dari mulut kemulut. Minuman oplosan ini memenuhi kebutuhan akan alkohol murah yang menyasar kepada komsumen miskin yang dijual melalui pasar gelap.
Rendahnya kontrol mutu menjadikan alkohol jenis ini sedemikian berbahaya.Kesalahan sedikit saja pada proses destilasi akan menyebabkan terbentuknya metanol yang sangat beracun. Metanol bersama amonium nitrat sengaja ditambahkan dalam minuman untuk memperkuat rasa. Sayangnya hal ini dilakukan secara serampangan yang berujung pada mala petaka.(*_*)
www.maszoom.blogspot.com adaptasi dari www.bbc.co.uk
Kejadian tersebut hanya sekedar contoh dari mahamara bahaya yang ditimbulkan akibat konsumsi alkohol.Kejadian ini laksana gunung es, masih banyak mungkin yang tidak dilaporkan ke pihak berwajib akibat ketakutan bersentuhan dengan hukum.
Keracunan alkhol ditandai dengan sakit perut, muntah, pingsan sampai dengan kematian. Salah satu komponen yang mematikan dari alkohol adalah metil alkohol atau lebih dikenal sebagai metanol. Sebenarnya metanol dalam industri digunakan sebagai rekaton, pelarut, zat anti beku maupun mahan bakar. Metanol bersama amonium nitrat banyak ditambahkan dalam minuman keras oplosan untuk menambah rasa manis.
Lalu mengapa bahan yang sangat berbahaya tersebut masih saja ditambahkan dalam minuman? jawabannya hanya satu yaitu adanya ketimpangan suplai and demand dalam dalam bisnis ini. Pajak serta cukai yang tinggi pada minuman beralkohol yang dijual secara legal seakan menjadi pupuk penyubur bagi tumbuhnya minuman oplosan skala rumahan yang di jual secara tertutup berdasar informasi dari mulut kemulut. Minuman oplosan ini memenuhi kebutuhan akan alkohol murah yang menyasar kepada komsumen miskin yang dijual melalui pasar gelap.
Rendahnya kontrol mutu menjadikan alkohol jenis ini sedemikian berbahaya.Kesalahan sedikit saja pada proses destilasi akan menyebabkan terbentuknya metanol yang sangat beracun. Metanol bersama amonium nitrat sengaja ditambahkan dalam minuman untuk memperkuat rasa. Sayangnya hal ini dilakukan secara serampangan yang berujung pada mala petaka.(*_*)
www.maszoom.blogspot.com adaptasi dari www.bbc.co.uk
Langganan:
Postingan (Atom)

