Tampilkan postingan dengan label minyak bumi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label minyak bumi. Tampilkan semua postingan

4.16.2013

Empat Alasan Pemanasan Global Harus Kita Lawan (Part 2)

Bagian kedua tulisan ini mengupas lanjutan alasan kita harus mengkounter pemanasan global dari sisi konservasi sumber daya alam.

Dan pada kenyataanya ... Gambaran seram pemanasan global tidak seperti yang didengungkan. Pemanasan global menciptakan berbagai peluang (katanya dan kataku, pemanasan global menjadi justifikasi dan memberi peluang barat menguasai/mendikte berbagai kebijakan timur, salah satunya dalam upaya eksploitasi sumber daya alam). 

Lets ...cekidot!

1.             Konservasi sumber daya alam

Berbagai bukti tak terbantah menujukkan bahwa dunia mengahadapi krisis cadangan bahan bakar fosil (minyak dan gas), yang telah menjadi motor penggerak masyarakat modern dalam kurun satu abad terakhir. Pemanfaatan energi fosil telah mengurat-akar pada seluruh sendi kehidupan. Pemanfaatannya tidak terbatas pada penyediaan panas,cahaya dan listrik namun lebih dari itu energi fosil juga dimanfaatkan dan punya pengaruh besar pada sektor agrikultur, farmasi dan komunikasi. Secara langsung maupun tidak langsung sektor tersebut sangat bergantung kepada cadangan bahan bakar fosil, misalnya dalam penyediaan bahan baku plastik.

Sebuah studi menyebutkan, dunia sedang menanti sebuah fajar yang menandai lahirnya era baru yang merupakan bagian kedua dari zaman minyak bumi dimana komoditi yang sangat penting dalam era ekonomi modern ini menghadapi penurunan suplai akibat menipisnya ketersediaan. Banyak pengamat menilai, semakin sulit minyak bumi didapat, semakin tinggi harga yang harus dibayar untuk memperoleh komoditi ini. Untuk sekedar memperoleh komoditi ini, pasar rela berusaha lebih keras dan tidak jarang akan berusaha melakukan penimbunan sesuai kebutuhan dalam jangka beberapa tahun.

Kosumsi minyak yang tidak terbarukan dengan tren peningkatan dalam beberapa dekade terakhir akan sangat perdampak pada pemanasan bumi terkait akumulasi karbon dioksida yang diemisikan. Sebuah proyeksi menyebutkan, pada tahun 2030, konsumsi energi dunia akan 50 persen lebih besar dari hari ini. Kedaulatan energi umat manusia pada akhirnya hanya akan tercapai jika kita mau melakukan hijrah dari pemanfaatan energi fosil menuju berbagai energi alternatif lainnya.

Sebuah argumen lainnya dalam upaya kita menahan laju pemanasan global terkait erat dengan melonjaknya populasi penduduk dunia. Dengan lebih dari 7 milyar manusia, Bumi telah dipaksa hingga batas kemampuan untuk menyediakan berbagai kebutuhan warganya. Sebuah studi badan dunia yang menangani masalah  kependudukan menyebutkan berbagai cadangan sumber daya alam Bumi masih mampu memenuhi kebutuhan 9 milyar manusia, lebih dari itu kekayaan bumi akan terkuras dan populasi manusia menyusut dengan sendirinya membentuk suatu keseimbangan baru.

Seiring dengan peningkatan kesejahteraan, standar manusia akan pemenuhan berbagai kebutuhan juga berbanding lurus. Hal ini menjadi jelas bahwa tanpa upaya perubahan perilaku konsumsi kita, dengan segera berbagai cadangan sumber daya alam vital dunia seperti salah satunya mineral berharga (emas, tembaga, uranium) akan tandas tak tersisa (*_*).


contents adapted from The UN- Kick The Habits

2.25.2013

Bagaimana pola konsumsi kita berpengaruh terhadap perubahan iklim global



Meningkatnya  pola konsumsi kita berkorelasi langsung dengan terjadinya perubahan iklim global. Produksi bahan pangan dan sistem pertanian global sangat bergantung kepada energi fosil. Bahan bakar minyak digunakan pada hampir semua aspek produksi pangan, mulai dari pembuatan pupuk kimia, irigasi, mekanisasi pertanian sampai dengan pengolahan dan distribusi hasil pertanian.
Selanjutnya ketika makanan yang kita produksi tidak terkonsumsi dengan baik, misalnya karena kelebihan stok dan penurunan kualitas, bahan pangan tersebut akan berakhir di tempat sampah dan terdekomposisi secara anaerob. Masalah lebih besar muncul karena gas yang diemisikan dari proses tersebut adalah gas metana yang 25 kali lebih berbahaya dibanding karbon dioksida dalam efek rumah kaca.
Sebagai gambaran akan pengaruh pola konsumsi kita terhadap perubahan iklim global, berikut disajikan beberapa data yang berasal dari Organisasi Pangan Dunia (FAO).
·           Di negara Inggris, total emisi gas rumah kaca yang berasal dari makanan yang terbuang menjadi sampah setara dengan 20 persen emisi kendaraan di seluruh jalan raya Britania;
·           Makanan yang terbuang menjadi sampah di Amerika Serikat setara dengan 300 juta barel minyak bumi pertahun, hampir 4 persen dari  total konsumsi minyak negara tersebut;
·           Makanan menjadi komponen utama yang dibuang ke tempat pembuangan akhir sampah di Amerika Serikat, dan menjadi sumber bagi 34 persen emisi gas rumah kaca .
Selanjutnya bagaimana dengan kita di nusantara? Baiknya kita gali kembali segala nilai – nilai dan kerifan lokal yang ada, agar kita tidak sama dengan mereka. Agama mengajarkan bahwa Tuhan tidak menyukai hambanya yang berlebihan, misal dalam konsumsi makanan.
Sifat mubadzir adalah perbuatan setan. Kita mulai dengan membeli sesuai kebutuhan. Pastikan setiap kilogram bahan pangan yang kita siapkan aman sampai terkonsumsi di meja makan.
Mau, jadi kawan syaitan?
www. Maszoom.blogspot.com
adapted from FAO, Roma, Italia