10.05.2011

KONSERVASI SUMBER DAYA AIR MELALUI PEMANFAATAN AIR HUJAN

Dalam siklus hidrologi, air hujan jatuh ke permukaan bumi, sebagian masuk ke dalam tanah, sebagian lagi menjadi aliran permukaan, yang sebagian besar masuk ke sungai dan akhirnya bermuara di lautan lepas. Air hujan yang jatuh ke bumi tersebut menjadi sumber air bagi makhluk hidup. Curah hujan di wilayah Indonesia cukup tinggi, yaitu berkisar antara 2.000 - 4.000 mm/tahun. Alih-alih menjadi sumber air bersih, air hujan malah sering menimbulkan banjir pada musim penghujan, karena air hujan tidak
dapat meresap ke tanah seiring dengan menurunnya daerah resapan.


Di sisi lain dengan pertumbuhan jumlah penduduk, maka kebutuhan air bersih meningkat, diperkirakan pemanfaatan air tanah untuk memenuhi kebutuhan penduduk sebesar 110 liter/ hari/orang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan WHO. Pemanfaatan air tanah yang berlebihan akan menimbulkan dampak negatif antara lain: intrusi air laut; penurunan muka air tanah dan amblesan tanah (land subsidence) yang menyebabkan genangan banjir dimusim penghujan. Sementara itu alih fungsi lahan pada daerah resapan akan menurunkan resapan air hujan, sehingga terganggunya ketersedian air bersih.
Untuk mengatasi berbagai permasalahan tersebut di atas, maka perlu dipertahankan kesetimbangan melalui proses pengambilan dan pengisian air hujan (presipitasi dan infiltrasi) dengan meresapkan ke dalam pori-pori/rongga tanah atau batuan, serta dilakukan upaya konservasi air. Prinsip dasar konservasi air adalah mencegah atau meminimalkan air yang hilang sebagai aliran permukaan dan menyimpannya semaksimal mungkin ke dalam tubuh bumi. Berdasarkan pada prinsip ini maka curah hujan yang berlebihan pada musim hujan tidak dibiarkan mengalir ke laut tetapi ditampung dalam suatu wadah yang memungkinkan air kembali meresap ke dalam tanah (groundwater recharge) melalui pemanfaatan air hujan dengan cara membuat kolam pengumpul air hujan, sumur resapan dangkal, sumur resapan dalam dan lubang
resapan biopori.
Pemanfaatan air hujan dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain curah hujan, nilai kelulusan batuan (konduktivitas hidrolik), luas tutupan bangunan, muka air tanah, dan lapisan akuifer. Agar dapat terimplementasikan pada masyarakat atau pengelola bangunan maka diperlukan tata cara pemanfaatan air hujan. Bentuk-bentuk pemanfaatan air hujan ini antara lain berupa : kolam/bak pengumpul air hujan (diatas atau dibawah permukaan tanah); sumur resapan; dan lubang resapan Biopori.

*Maszoom dari berbagai sumber

Tidak ada komentar: