4.20.2013

Part 2 : Managemen Pengelolaan Sampah Medis


Sampah medis secara umum dibedakan menjadi tiga kategori berdasarkan sifat dan potensi dampaknya, yaitu : 1) sampah medis umum; 2) sampah medis berbahaya; dan 3) sampah medis sangat berbahaya. Masing- masing jenis sampah medis ini memerlukan penanganan dan perlakuan yang spesifik. Penjelasan dari ketiganya adalah sebagai berikut :

1)      Sampah medis umum. Sampah medis umum mempunyai karakteristik mirip dengan sampah rumah tangga. Dalam golongan ini termasuk didalamnya material  pengepakan/bungkus berbagai peralatan atau berbagai jenis kertas yang tidak diperlukan. Sampah medis umum mencakup 75-90 persen dari total sampah yang ditimbulkan sebuah fasilitas kesehatan. Secara umum sampah medis umum atau biasa dikenal di fasilitas kesehatan sebagai sampah non medis relatif tidak berbahaya dan tidak memerlukan penanganan yang khusus.

2)      Sampah medis berbahaya. Sampah medis berbahaya atau biasa dikenal sebagai bahan berbahaya dan beracun (B3) diantaranya adalah seluruh material yang terinfeksi, sisa reagen kimia maupun farmasi dan berbagai jenis tabung gas bertekanan (misal aerosol). Termasuk didalam sampah medis golongan ini adalah sampah patologis seperti jaringan atau cairan dari pasien (manusia/hewan) misalnya darah.

3)      Sampah medis sangat berbahaya. Termasuk didalam golongan sampah medis sangat berbahaya adalah benda benda tajam (bekas peralatan operasi, pecahan gelas kimia) dimana jarum suntik dan peralatan uji darah merupakan jenis yang paling umum dari pasien yang terinfeksi secara akut. Jaringan tubuh dan cairan yang sangat terinfeksi juga termasuk dalam golongan ini. Selanjutnya adalah bahan kimia atau reagen farmasi yang mengandung logam berat dan juga sisa aktifitas radiologi (radioaktif). Terakhir bahan yyang termasuk dalam sampah medis berbahaya adalah golongan bahan Teratogenis, yaitu sampah yang mengandung bahan yang dapat menyebabkan mutasi, kelainan kelahiran dan kanker. Salah satu contoh bahan ini adalah obat-obat kemoterapi (*_*).
      bersambung ...
 

contents adapted from The USAID

Tidak ada komentar: